Pendukung Jerman Salahkan Loew dan Bierhoff

Pendukung Jerman Salahkan Loew dan Bierhoff

Pendukung Jerman Salahkan Loew dan Bierhoff – Sebanyak 47% fans Die Mannschaft meminta Oliver Bierhoff dipecat. Bierhoff dirasakan ikut bertanggung jawab menilik ia memperpanjang kontrak Loew bahkan sebelum Piala Dunia 2018. Alhasil, banyak sekali fans memandang tiga tahun terakhir terbuang sia-sia. Waktu berharga yang sebenarnya dapat dipakai untuk membina wajah baru Die Mannschaft.

Posisi Bierhoff masih paling kuat di federasi sepak bola Jerman. Alasannya dua hal. Yang kesatu, internal DFB sedang tidak baik. Beberapa tahun terakhir terdapat perebutan kekuasaan. Tidak adanya orang powerful dan kurangnya expert teknis dalam diri DFB menciptakan Bierhoff aman hingga sekarang. data singapore

Alasan ke dua, sebab Loew sudah mengungumkan bakal mengundurkan diri sejak sejumlah waktu lalu, Bierhoff sudah merekrut Hansi Flick. Rekrutmen super popular berikut yang mengamankan Bierhoff. Apointment Flick yang didukung lebih dari 75% fans Jerman dan timing dari apointment itu (sebelum UEFA EURO 2020™ yang mengecewakan) mengamankan posisi Bierhoff.

Di atas kekeliruan tim/pemain (27%), fans bola Jerman menyaksikan Loew sebagai aktor utama di balik kegagalan Jerman. Sebanyak 37% fans Die Mannschaft menyalahkan Loew. Alasanya rata-rata sama. Berikut ialah dosa-dosa Loew menurut banyak sekali pakar dan fans Jerman. data hk terbaru

Pendukung Jerman Salahkan Loew dan Bierhoff

A. Sikap keras kepala Loew yang memaksakan sistem 3-4-3 pada pemainnya yang lebih nyaman bermain di dalam susunan 4-2-3-1 ialah salah satu “dosa” terbesar Loew. Harapan Loew bahwa dengan dengan 3 center back pertahanan bakal solid tidak terbukti. Total 7 gol kemasukan dalam 4 pertandingan bukalah rekor yang baik. Dengan sistem 3-4-3 tidak hanya pertahanan tidak membaik, daya ledak Jerman di depan pun berkurang.

Posisi 10 tidak ada sampai-sampai serangan Jerman menjadi monoton lewat sayap. Alhasil, Hungaria dan Inggris dengan gampang mengantispasi skema serangan Jerman. Pada 2014 Loew mengerjakan hal yang sama. “Beruntung” saat tersebut Mustafi cedera sampai-sampai Loew darurat menggunakan susunan 4-2-3-1. Sejak tersebut Jerman tampil lain dan begitu tajam. Mengapa Loew tidak memgambil latihan dari empiris tersebut, saya sama sekali tidak paham. data china

B. Tidak memasang pemain pada posisi terbaiknya ialah dosa besar Loew yang tidak kalah fatal akibatnya. Thomas Mueller yang begitu tajam di posisi 10 dimainkan Loew sebagai central forward. Joshua Kimmich yang berkembang sebagai di antara pemain terbaik dunia di posisi 6 justeru dimainkan sebagai bek sayap.

Berdasarkan keterangan dari saya, bilamana Kimmich bermain sebagai defensive midfield dalam susunan 4-2-3-1 ia dapat drop ke belakang menjadi di antara bek tengah ketika tertekan. Dengan demikian susunan 4-2-3-1 yang jauh lebih variatif pada ketika menyerang dapat digunakan seraya tetap bermain dengan 3 center back ketika bertahan. A win-win solution. Kunci dari penyelesaian ini ialah pemanggilan Baku. Bek sayap berumur 23 tahun ini bermain begitu cemerlang bareng Mainz musim lalu. Entah kenapa Baku tidak dipanggil, Loew amat barangkali sudah meyakinkan jauh-jauh hari bakal memainkan Kimmich di posisi bek sayap.

C. Pergantian pemain yang aneh ialah dosa besar Loew berikutnya. Memasukan Volland sebagai penyerang sayap meski jelas-jelas Volland ialah satu-satunya penyerang murni (number 9) yang dipunyai Jerman sungguh absurd. Volland masuk dan bermain kesetanan. Hal ini menciptakan fans Jerman yakin bakal melihatnya tampil lebih lama pada pertandingan-pertandingan berikutnya. Anehnya, selanjutnya Volland tidak tampil sama sekali.

Pendukung Jerman Salahkan Loew dan Bierhoff

Hal yang sama terjadi dengan Musiala. Pemain muda ini bermain paling baik ketika tampil di penghujung pertandingan melawan Hungaria. Alih-alih menjadi starter melawan Inggris, Musiala baru dimasukan pada menit ke-92. Terus cerah hal ini menciptakan saya marah. Bukan saja sebab pergantian pemain dilaksanakan super terlambat, namun memasukan Musiala yang baru saja memilih Jerman ketimbang Inggris pasti saja membuatnya disoraki penonton.

Hal ini menciptakan saya bertanya-tanya; “untuk apa?” Toh bermukim 1 menit pertandingan. Tentu tidak fair untuk Musiala. Dua misal di atas hanyalah beberapa kecil dari kekeliruan Loew yang teralu tidak jarang berulang; memasukan pemain yang salah pada masa-masa yang telah terlambat. Memasukan Goetze yamg lantas mencetak gol kemenangan Jerman di final Piala Dunia 2014 ialah contoh yang positif. Sayangnya, peralihan yang positif seperti tersebut sangat jarang terjadi di era Loew.

Era Loew sekarang telah berakhir. Mulai Agustus Hansi Flick bakal mulai meramu kesebelasan Jerman yang baru. Berikut ialah prediksi saya tentang wajah baru kesebelasan Jerman dibawah Flick.

A. Formasi 3-4-3 semakin berpengaruh di dunia. Karena itu dapat saja Flick bakal tetap menggunakan susunan tersebut. Namun feeling saya Flick bakal setia pada susunan 4-2-3-1 yang memberikannya enam gelar bareng Bayern Muenchen. Terlebih sebab materi pemain tidak akan tidak sedikit berubah.

B. Kabarnya Kroos bakal mengundurkan diri dari timnas Jerman. Apakah rumor tersebut benar atau tidak sama saja; dibawah Flick, Goretzka dan Kimmich bakal bermain di posisi double sixer. Kroos yang tidak cukup ketat dalam bertahan tidak sesuai dalam skema “gegenpressing” ala Flick.

C. Akan terdapat wajah-wajah baru tentunya. Baku dan Wirtz saya yakin bakal dipanggil dan memainkan peran penting.

D. Musiala bakal mendapatkan jauh lebih tidak sedikit menit bermain di bawah Flick.

E. Mueller bakal tetap mendapatkan lokasi di era Flick. Paling tidak pada 1-2 tahun ke depan. Saya yakin Mueller bakal kembali bermain di posisi 10 di bawah Flick.

Setelah tiga tahun menderita, sebagai fans Die Mannschaft saya bercita-cita akan terdapat hari-hari yang lebih baik ke depan bareng Flick.