Michael Owen Bela Keputusan Southgate

Michael Owen Bela Keputusan Southgate

Michael Owen Bela Keputusan Southgate – Keputusan Gareth Southgate menunjuk Bukayo Saka sebagai eksekutor penalti kelima Inggris pada final Piala Eropa 2020 mengundang polemik. Namun pelatih berusia 50 tahun tersebut mendapat sokongan dari Michael Owen. data singapore

Seperti diketahui, laga Inggris kontra Italia yang dilangsungkan di Stadion Wembley, Senin (12/7) pagi-pagi sekali WIB, mesti diselesaikan dengan adu penalti. Itu sesudah kedua kesebelasan bermain imbang 1-1 sampai babak perpanjangan masa-masa berakhir.

Namun Inggris mesti menjadi pecundang di babak tos-tosan. Gli Azzurri memblokir fase ini dengan kemenangan 3-2.

Kekalahan Inggris tak lepas dari kegagalan tiga eksekutornya yakni Marcus Rashford, Jadon Sancho dan Saka. Menariknya, mereka tidak berhasil menaklukkan Gianluigi Donnarumma secara beruntun.

Dari ketiga eksekutor tersebut, Saka mendapat sorotan lebih. Publik bertanya-tanya dalil pemain Arsenal itu diandalkan menjadi penendang kelima atau penentu. data sydney

Pemain yang baru berusia 19 tahun dirasakan terlalu muda untuk melaksanakan tanggung jawab tersebut. Apalagi Inggris masih mempunyai sejumlah nama yang lebih kawakan seperti Raheem Sterling atau Jack Grealish.

Michael Owen Bela Keputusan Southgate

Namun Owen memandang teori tersebut tak masuk akal. Baginya, umur tidak menjadi hal utama kesuksesan seorang eksekutor penalti.

“Begitu tidak sedikit yang diperdebatkan sesudah Piala Eropa 2020, namun saya tidak bisa menerima teori “usia 19 tahun terlampau muda” untuk memungut penalti,” kicau Owen di Twitter.

“Faktanya, andai pengalaman saya ialah segalanya, lebih gampang saat menjadi muda! Mereka Tak kenal takut, percaya diri, tidak terdapat bekas trauma sebelumnya.”

Pemikiran Owen lumayan masuk di akal. Faktor mental memang lebih menilai dalam kondisi adu penalti. data hk terbaru

Kekuatan mental seorang pemain tidak dapat diukur dari usia. Hal ini paling ditentukan dengan karakter dan empiris hidup masing-masing.

Owen bahkan membeberkan sebuah kenyataan yang menyokong pandangannya. Pada eksekutor penalti Inggris yang tidak berhasil di masa kemudian ternyata tergolong dalam umur senior atau di atas 23 tahun.

“Saya baru saja mengecek usia pemain yang tidak berhasil (mengeksekusi penalti) di turnamen besar semenjak (Piala Dunia) Italia 90. (Stuart) Pearce 28 tahun, (Chris) Waddle 29 tahun, (Gareth) Southgate 25 tahun, (David) Batty 29 tahun, (Paul) Ince 30 tahun, (David) Beckham 29 tahun, (Darius) Vassell 24 tahun, (Jamie) Carragher 28 tahun, (Steven) Gerrard 26 tahun, (Frank) Lampard 28 tahun, (Ashley) Young 27 tahun, (Ashley) Cole 32 tahun,” tambahnya.

“Seperti yang saya pikirkan, teorinya benar-benar bodoh.”

Southgate sendiri punya dalil kuat menunjuk Saka sebagai eksekutor kelima yang paling krusial. Rekor pemain Arsenal tersebut dalam sesi pelajaran ternyata lebih baik dikomparasikan sejumlah nama yang lebih senior.