Melihat Maine Road dan Kinkladze di City City Amat Muzeum

Melihat Maine Road dan Kinkladze di City City Amat Muzeum

Melihat Maine Road dan Kinkladze di City City Amat Muzeum – Museum adalahtempat mencakup semua kejayaan dengan memori yang bersejarah. Perjalanan klub sepak bola bakal selalu dapat dinikmati oleh penyokong setianya andai barang-barang bersejarah tersimpan rapih di suatu tempat laksana museum.

Sadar bakal pelestarian sejarah klub favorit yang panjang, Manchester City Supporters Club Indonesia (MCSC Indonesia) menciptakan tempat khusus guna melestarikan perjalanan The Citizens. City City Amat Muzeum jadi rangkuman kecil perjalanan fans City di Indonesia. keluaran data togel

Bertempat di Jalan Duren Tiga Selatan no. 19, Jakarta Selatan, MCSC Indonesia selaku fans club sah City menegakkan museum mini. Jika umumnya museum menduduki tempat yang besar, maka City City Amat Muzeum menjadikan kata museum menjadi lokasi kreativitas anggaota.

Melihat Maine Road dan Kinkladze di City City Amat Muzeum

Ipung Purwanto, selaku petinggi MCSC Indonesia yang pun founder City City Amat Muzeum menuliskan bahwa adanya City City Amat Muzeum menjadi wadah anggota mengalirkan kreativitasnya. “Ini wadah bikin Citizens (sebutan fans City) menampilan gagasan kreatifnya,” katanya.

“Hasil kreativitas temen-temen bikin City dapat kita tampilkan di sini (City City Amat Muzeum). Ada jersey koleksi teman-teman dapat ditampilkan di sini. Ada yang langka pun seperti jersey klasiknya (Georgi) Kinkladze hingga repro City 1956,” tambahnya.

Hal tergila fans suatu klub sepak bola ialah barang-barang langka yang dimilikinya. Ini pun berlaku untuk MCSC Indonesia. Banyak anggota yang mengumpulkan jersey langka City dan dipajang di mini museum.

Di samping jersey Kinkladze tahun 1996 itu, pun ada jersey lawas laksana milik penjaga gawang Nicky Weaver era 2000-an awal. Ada pun jersey dan potret Paul Dickov yang telah ditandatangani.

Bagi fans City, nama-nama tersebut tidaklah asing. Pasalnya, sebelum City bangkit di Premier League, nama-nama itulah yang berusaha mengusung prestasi The Citizens semenjak dari Division Two sampai melangkah ke Premier League.

Lalu yang lebih bersejarahnya lagi, terdapat jersey retro City tahun 1956 dan 1969. Seperti diketahui 1956 ialah tahun City meraih juara FA Cup dan 1969 ketika Colin Bell dan kawan-kawan menjuarai Divisi Utama Liga Inggris.

Melihat Maine Road dan Kinkladze di City City Amat Muzeum

“Di samping yang klasik-klasik, kami pun menyimpan jersey City yang langka sebab diproduksinya limited. Jersey musim 2004/2005 dengan sponsor Thomas Cook. Ada pun jersey official Kevin de Bruyne langsung dari City-nya dalam format box-set dan tandatangan. Semua anda pajang di muzeum ini,” tambahnya. result togel hari ini

Di samping jersey, adapula foto-foto lawas Manchester City mulai dari era Don Revie sampai Sergio ‘Kun’ Aguero. Foto dan miniatur stadion legendaris, Maine Road pun ada di mini museum ini.

Di samping itu, sketsa hasil kreativitas anggota MCSC Indonesia juga diperlihatkan di sini. Jika berangjangsana ke museum mini ini, terpampang jelas design pemain ataupun logo City yang diciptakan oleh anggota. Semuanya diatur semenarik barangkali sehingga anggota yang datang guna melihat-lihat juga menjadi nyaman.

MCSC Indonesia memang mempunyai 72 chapter di Indonesia. Perkembangan anggota MCSC Indonesia pun tumbuh dengan pesat, lagipula di Jakarta. Dengan adanya museum ini, pasti menjadi daya tarik untuk anggota beda di luar Jakarta guna bisa berangjangsana tempat nongkrong anak City di Jakarta.

“Jadi gue buat gimmick aja. Kalau ke Jakarta tanpa ke Monas (Monumen Nasional) pasti belum menyeluruh kan. Nah, ini pun sama bikin fans City yang ke Jakarta namun tidak ke museum ini, pasti gak lengkap pun dong,” ujar Ipung sembari tertawa.

Tempat Nobar sah penikmat City

Tidak melulu museum yang menjadi tempat gagasan kreatif anak-anak MCSC Indonesia hadir sekaligus nongkrong, sebab masih dalam lokasi yang sama, ada pun kedai kopi Blue Moon Cafe. Cafe ini menjadi lokasi nongkrong sekaligus nonton bersama (nobar).

Cafe ini menjadi di antara tempat yang mempunyai legalitas nobar Premier League. Blue Moon Cafe adalahcafe yang menjalin kerja sama dengan Mola selaku empunya hak siar persaingan Premier League di Indonesia.

Blue Moon Cafe yang terinsipirasi dari anthem City ini pun menjadi lokasi berkumpulnya fans City semenjak 2017. Memang tadinya hanya diperuntukan guna fans City saja. Namun belakangan, Ipang, yang mempunyai kedai kopi ini, menyaksikan potensi bisnis yang luas.

“MCSC Indonesia berdiri 2010, dan tujuh tahun lantas baru cafe ini. Jadi memang bila pasarnya kini tak hanya fans City walaupun namanya Blue Moon. Jadi kini ada komunitas sepeda, mural dan lainnya yang nongkrong di sini. Di samping fans City, sejumlah juga pernah nobar di sini. Seperti waktu tersebut kita nobar dengan fans Liverpool dan pun ada komunitas fans Persija laksana Jakampus,”

“Jadi ini gak melulu ada fans City tapi pun menjadi community place karena bila marketnya City aja kan tentu kecil lingkupnya. Makanya di sini tersingkap dengan pekerjaan lain, laksana nobar sebab kita pun punya legalitas nobar Premier League dari Mola,” tuturnya. hasil data togel

Merayakan gelar Premier League dengan Kegiatan Sosial

Lebih lanjut MCSC Indonesia pun merayakan perayaan juara Premier League dengan teknik yang berbeda. Mereka menyelenggarakan santunan sumbangan kepada anak yatim piatu ketimbang dengan konvoi di jalan.

Memang santunan sumbangan menjadi unsur perayaan MCSC Indonesia di samping dari perkenalan City City Amat Muzeum, kontes display jersey dan ajang silaturahmi antar anggota.

“Sesuai dengan tema, kami hendak merayakan gelar juara Premier League Manchester City, bukan Liga Champions ya. Ini kami anggap sebagai obat penawar kekalahan dari Chelsea di final UCL,” tambah Ipung.

Sebagai fans club sah City, MCSC Indonesia bersinergi dengan Tecno Mobile yang pun bermitra dengan Manchester City. “Kami senang bisa menjalin hubungan baik dengan komunitas peminat di Indonesia,” ujar Anson Xia, Country Manager Tecno Mobile Indonesia.

“Saya harap pekerjaan ini jadi wadah untuk kami guna menginspirasi anak-anak muda, khususnya mereka yang mempunyai keterbatas supaya bisa memberikan keterampilan terbaik mereka,” tukasnya.

“Kami memiliki keserupaan dengan Man City. The Citizens bukanlah klub yang besar pada awalnya, lantas mereka sukses membangunnya,” tambah Evan Angganantika sebagai Brand Manager Tecno di Indonesia.

Manchester City memang tidak berhasil di Liga Champions, tetapi mereka memenangkan dua gelar di musim 2020/2021, yaitu Premier League dan Carabao Cup. Lebih lanjut, City juga sukses memborong empat penghargaan individu, yaitu Pemain Terbaik (Ruben Dias), Manajer Terbaik (Pep Guardiola), Pemain Muda Terbaik (Phil Foden), dan Pemain Terbaik Premier League 2 (Liam Delap).