Manchester United Rebutan Gelandang 18 Tahun Metz

Manchester United Rebutan Gelandang 18 Tahun Metz

Manchester United Rebutan Gelandang 18 Tahun Metz – Presiden klub Prancis Metz Bernard Serin dikabarkan sementara ini tengah berada di Inggris. Keberadaanya berkenaan minat tiga klub besar Inggris terhadap pemain muda Metz, Pepe Matar Sarr.

Serin terbang ke Inggris terhadap untuk menegosiasikan live draw singapore transfer Sarr dengan Manchester United, Manchester City, dan Chelsea. Sky Sports menyatakan ketiga klub berusaha memboyong Pepe Matar Sarr. Pemain berusia 18 tahun itu disebut sebagai gelandang muda dengan kebolehan paling komplet.

Menurut laporan yang sama, ketiga klub telah mengamati pertumbuhan Sarr sejak sang pemain menembus tim utama Metz akhir tahun lalu. Musim lalu, Sarr tercatat 22 kali tampil di tim senior Mets dan mencetak tiga gol.

Sarr sejatinya baru diberi tanda tangan kontrak berdurasi panjang lima tahun terhadap September 2020. Maka tidak heran kecuali Metz bakal mematok harga lumayan tinggi untuk pemain mudanya tersebut. Kabarnya, Metz baru mau terhubung negosiasi kecuali ada tawaran yang mencapai 40 juta euro atau lebih kurang Rp677 miliar.

Manchester United Rebutan Gelandang 18 Tahun Metz

Sarr adalah pemain asal Senegal yang digadang-gadang memiliki live draw sdy kebolehan luar biasa. Sang pemain memiliki kebolehan bermain di banyak posisi di lapangan. Dia sanggup bermain sebagai gelandang bertahan atau pun sebagai pengatur serangan di belakang penyerang.

Kemampuan itu juga yang sebabkan Sarr beroleh keyakinan berasal dari pelatih tim nasional Senegal, Alio Cisse, yang memberi Pepe Matar Sarr peluang bermain dengan tim senior terhadap kualifikassi Piala Afrika 2021. Cisse menyebut Sarr merupakan calon penerus Sadio Mane, bintang Senegal yang membela Liverpool.

“Buat aku dia layaknya Sadio Mane. Dia memiliki pengalaman live hongkong layaknya Mane dan juga belum memberikan bukti. Namun dia sanggup bermain dengan beragam sistem permainan,” ujar Cisse.

Pujian juga mampir berasal dari pelatih Metz Olivier Perrin. Dia menyebut Sarr memiliki kebolehan mirp dengan Miralem Pjanic. “Begitu melihatnya, aku bicara dia adalah pemain top,” ujar Perrin.

“Dia memiliki kebolehan benar-benar tinggi di dalam membaca dan menganalisis permainan. Dia layaknya Miralem Pjanic,” kata Perrin. “Dia sanggup bermain di no 10, gelandang box-to-box, hingga posisi no 6, bergantung pelatih.”

Sarr merupakan satu berasal dari banyak pemain jebolan akademi Generation Foot. Akademi yang merupakan tidak benar satu yang terbaik di Afrika. Generation Foot telah berhasil melahirkan pemain layaknya Sadio Mane dan Ismaila Sarr